Inilah Potret Satu Keluarga Pemain Gamelan yang Dibunuh Pakai Arit Saat Tidur

Kasus pembunuhan satu keluarga pemain gamelan yang terjadi di Desa Turusgede, Kecamatan Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, baru-baru ini menyita perhatian publik. 


Seperti diketahui, satu keluarga yang dibantai itu adalah Anom Subekti (suami, 60 tahun), Tri Purwati (istri), Alfitri Saidatina (anak, 13 tahun), dan Galuh Lintang (cucu, 10 tahun). 


Pada sebuah foto bersama mereka semasa hidup, terlihat Anom berpose berdiri bersama istri, anak, dan cucunya, serta seorang lagi yang tidak diketahui siapa.

Mereka berfoto dengan latar alat musik gamelan. Di situ, Anom memakai celana pendek dan kaos berkerah. Anak perempuannya memakai kerudung merah, sedangkan istrinya memakai kerudung coklat. Sementara cucunya, memakai pakaian serbakuning.


Belakangan terungkap, pembunuh mereka adalah Sumani (43), warga Dukuh Pandak, RT 02/RW 02, Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Rembang. Ia tak lain adalah teman dekat korban, Anom Subekti.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi saat gelar perkara di Markas Polres Rembang, Kamis (11/2/2021), mengatakan, hasil penyelidikan memang mengarah kepada pelaku bernama Sumani (43), yang ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 Februari 2021. 

Namun hingga kini, Sumani belum bisa dimintai keterangan karena sakit.


"Pelaku memang belum bisa dimintai keterangannya karena terlebih dahulu melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum cairan pestisida. Pelaku sendiri masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Rembang," terang Luthfi.

"Karena itu, belum bisa dimintai keterangan untuk mengungkap latar belakang tersangka melakukan tindak pidana, dengan siapa melakukan pembunuhan dan hasil kejahatannya digunakan untuk apa," Luthfi melanjutkan.

Dalam berkas acara pemeriksaan awal muncul kata-kata "sing wis yo wis" (yang sudah ya sudah) yang bisa mengarah ke motif dendam, karena sebelumnya ada transaksi jual beli gamelan antara pelaku dan korban.

"Antara korban dengan pelaku juga saling kenal. Apalagi sebelumnya sudah ada pembayaran pembelian gamelan sebesar Rp15 juta terhadap korbannya," jelas Luthfi.

Hasil keterangan saksi dan rekaman kamera CCTV, juga semakin memperkuat pelakunya adalah Sumani, karena ada kesesuaian antara sepeda motor pelaku, helm maupun jaket yang dipakai pelaku saat ke rumah korban.


Selain itu, dari hasil identifikasi secara saintifik mengerucut ke salah satu tamu yang datang ke rumah korban, yakni Sumani. Sidik jari di gelas yang berisi minuman yang disuguhkan kepada tersangka juga sama dengan sidik jari tersangka.


Kemudian dari hasil penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan barang bukti arit sebagai alat untuk melukai korbannya, serta perhiasan berupa gelang, cincin, jarum emas dan anting.


Bercak darah yang menempel di anting maupun arit, dari hasil pemeriksaan di laboratorium identik dengan anak korban maupun istri korban.


Polres Rembang yang dibantu Polda Jateng juga memeriksa kuku dan kunci kontak sepeda motor pelaku yang terdapat bercak darah identik dengan darah korban, sehingga kuat dugaan pelakunya mengerucut kepada tersangka tunggal bernama Sumani.


Aksi pelaku menghabisi empat korbannya diperkirakan Rabu (3/2/2021) malam antara pukul 21.00-24.00 WIB yang diperkuat dengan hasil autopsi bahwa korbannya meninggal antara rentang waktu tersebut.


Atas perbuatannya itu, pelaku diancam hukuman mati atau seumur hidup, karena melanggar Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau 365 ayat (3) KUHP atau Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


sumber : indozone.id

Belum ada Komentar untuk " Inilah Potret Satu Keluarga Pemain Gamelan yang Dibunuh Pakai Arit Saat Tidur "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel